Hermeneutika Al-Qur’an dan literasi digital: revitalisasi metodologi tafsir untuk pendidikan berkelanjutan

Authors

  • Arif Tasrikin Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung Author
  • Sona Zainal Walad Author

Keywords:

Hermeneutika Alqur'an, Literasi Digital, Pendidikan Berkelanjutan

Abstract

Penelitian ini membahas krisis metodologis tafsir Al-Qur’an di era digital, di mana generasi Muslim muda lebih mengandalkan platform digital seperti YouTube dan TikTok untuk memahami teks suci. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model hermeneutika Al-Qur’an berbasis big data dan merancang kurikulum tafsir digital yang memadukan pendekatan klasik Ulumul Qur’an dengan teknologi seperti text mining dan sentiment analysis. Metode penelitian menggunakan studi pustaka, dengan data primer dan sekunder yang dianalisis menggunakan pendekatan teoritik dari Hermeneutika Gadamer, Literasi Digital Gilster, dan Pendidikan Kritis Freire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara kerangka klasik dan alat digital membuka peluang bagi partisipasi aktif generasi digital dalam penafsiran. Model ini memperluas horizon pemahaman Al-Qur’an dan memperkuat pendidikan Islam berkelanjutan. Penelitian ini menjadi kontribusi penting dalam membangun metodologi tafsir yang relevan, kontekstual, dan adaptif terhadap tantangan era digital.

Downloads

Published

2025-06-24

How to Cite

Hermeneutika Al-Qur’an dan literasi digital: revitalisasi metodologi tafsir untuk pendidikan berkelanjutan (A. Tasrikin & S. Z. Walad, Trans.). (2025). Vivendum: Vision of Islamic Values Dynamics Journal, 1(1), 1-19. https://journals.nusanara.com/index.php/vivendum/article/view/6